Kabupaten Malang Mencari Calon Bupati Malang

  • Senin, 23 September 2019
  • 09:09
  • Dibaca: 10 kali

TIMESINDONESIA, MALANG – Pilkada Serentak akan digelar tahun 2020. Di Indonesia, Pilkada Serentak akan berlangsung di 9 Provinsi, 224 Kabupaten, dan 37 Kota. Khusus di Malang Raya, akan digelar di Kabupaten Malang. Jelang Pilkada Serentak 2019, Kabupaten Malang mencari pemimpin. Lalu, siapa Calon Bupati Malang atau sosok yang layak memimpin Kabupaten Malang?

Sejak Mei 2019, mulai bermunculan sosok yang terlihat berminta untuk maju di Pilkada Kabupaten Malang. Mulai memperkenalkan diri ke masyarakat melalui aneka acara yang digelarnya. Seperti menggelar acara buka Bersama dan acara lainnya.

Salah satunya yang mulai dilakukan oleh H Heri Cahyono. Ia mengusung slogan Malang Jejeg, Jejeg (Jejeg Agomone, Jejeg Pangoripane, Jejeg Sembarange). Bahkan, dari penelusuran TIMES Indonesia, sudah ada website dengan domain malangjejeg.com, dengan alamat email: contact@malangjejeg.com.

Namun, jika memang benar website tersebut, milik dari tim Heri Cahyno, belum ada berita yang mengunggah tentang sosok Heri Cahyono. Seluruh berita yang ada masih berbahasa inggris, dengan berita umum. Berita belum diupdate tentang sosok Heri Cahyono.

Namun, TIMES Indonesia sudah beberapa kali menulis pemberitaan soal pengusaha dan sekaligus Founder GOD Management SchoolH Heri Cahyono itu. Ia mengaku akan meramaikan bursa Calon Bupati (Cabup Malang) pada Pilkada Kabupaten Malang 2020 dengan mengusung slogan "Malang Jejeg".

Kepada TIMES Indonesia, H Heri Cahyono menceritakan awal mulanya berminat menjadi Calon Bupati Malang melalui jalur independen. Ia tertarik ikut bursa Pilkada Kabupaten Malang karena mendapat dorongan dari masyarakat, pelaku UMKM dan Sam Anto Baret.

“Saya istikharah dan pada akhirnya melaju sebagai Cabup Malang," tegasnya, Jumat (14/6/2019) lalu.

Melalui jalur independen untuk melaju sebagai Cabup Malang, sudah harga mati bagi dirinya. Karena dia sudah memiliki pilot projek dan ingin melakuka perubahan di Pemkab Malang.

"Program saya bersama Malang Jejeg, yakni melalui kontrak politik pada masing-masing bidang," tuturnya. Dia menyebut, seperti pertanian, ada kontrak politik tersendiri.

Begitupula dengan bidang lainnya yang akan dibuat seperti itu untuk memajukan daerah. "Kontraknya di atas materai dan disaksikan langsung oleh masyarakat," tegasnya.

Sehingga, kata dia, masyarakat bisa mengawal serta menagih janji yang tertuang pada masing-masing kontrak politik sesuai bidangnya. "Kami menawarkan yang pasti. Karena sudah ada kontrak politik bersama masyarakat sesuai bidangnya, seperti dengan para petani, peternak, pedagang maupun pelaku UMKM," ungkapnya.

Melaju sebagai Cabup Malang, bukan jabatan yang dia incar. Melainkan karena didasari ibadah dan memiliki niatan mulia untuk menjadikan Kabupaten Malang menjadi lebih baik.

"Kalau yang saya cari harta atau jabatan, tidak di pemerintahan. Karena saya memiliki usaha sendiri. Apalagi saya sudah berkali-kali kelilig ke luar negeri," bebernya.

Karena didasari ibadah itulah, dirinya mencalonkan diri sebagai Cabup Malang yang didorong oleh masyarakat. "Untuk persiapan Pilkada sudah saya lakukan bersama Malang Jejeg. Insyaallah sudah melengkapi 6,5 persen KTP dari masyarakat sebagai syarat melaju sebagai independen," tuturnya.

H Heri Cahyono bersama Malang Jejeg berjanji, berupaya akan membawa Kabupaten Malang menjadi lebih baik lagi, apabila saat pemilihan Cabup Malang 2020 nanti terpilih dan dipercaya masyarakat.

Selanjutnya, yang mulai muncul ke public adalah Hari Sasongko, yang kini menjabat Ketua DPRD Kabupaten Malang. Ia adalah kader PDI Perjuangan, yang pada Pemilu 2019 lalu, kembali terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang.

Ia mengaku siap maju di Pilkada Kabupaten Malang jika diperintah oleh DPP PDI Perjuangan. “Saya ini petugas partai. Saya siap melaksanakan seluruh perintah maupun instruksi yang diberikan DPP PDI Perjuangan,” tegasnya, Jumat (14/6/2019) lalu.

Namun aku Hari Sasongko, hingga saat ini belum ada angin segar untuk rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan. Ia menilai, pihaknya tinggal menunggu instruksi dari partai. Karena apapun bisa terjadi dalam dunia politik. “Tunggu saja nanti seperti apa,” katanya.

Selain Hari Sasongko, dari PDI Perjuangan ada dua nama lainnya. Yakni, Sri Untari dan Krisdayanti. Keduanya adalah kader PDI Perjuangan. Sri Untari, kembali terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dan Krisdayanti terpilih menjadi anggota DPR RI Dapil Malang Raya.

Krisdayanti dan Sri Untari dinilai kader PDI Perjuangan yang memiliki elektabilitas bagus dan pada Pemilu 2019 lalu, mendapat suara cukup luar biasa. Koordinator LSM Pro Desa, Kusaeri menilai keduanya berpeluang besar maju di Pilkada 2020 dan akan mendapatkan rekom dari PDI Perjuangan.

Wacana berkembang juga sudah muncul ke publik, Plt Bupati Malang, HM Sanusi, akan maju juga dalam bursa calon Bupati Malang. Ia adalah kader dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang. Setelah H Rendra Kresna harus menjalani hukuman karena terjerat kasus korupsi, Sanusi naik menjadi Plt Bupati dan akan menjabat Bupati Malang, menggantikan H Rendra Kresna.

Namun, Sanusi harus bersaing dengan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang H Ali Ahmad, atau yang karib disapa Gus Ali. Ia kini terpilih menjadi anggota DPR RI pada Pemilu 2019 lalu. Publik tinggal menunggu rekom dari DPP PKB yang mendapatkan 12 kursi di DPRD Kabpaten Malang itu. Akan jatuh kepada siapa rekom DPP PKB? 

Sementara itu, sosok yang mulai muncul dari Partai NasDem, ada tiga tokoh. Diantaranya, Kresna Dewanata Prosakh, yang kini kembali terpilih menjadi anggota DPR RI dari Dapil Malang Raya. Ia adalah putra dari H Rendra Kresna.

Selanjutnya, sosok Jajuk Rendra Kresna, istri dari H Rendra Kresna, yang kini terpilih menjadi anggota DPRD Jatim. Nama Jajuk juga mulai muncul di public, sebagai tokoh yang layak menjadi calon Bupati Malang. Dari Partai Nasdem juga muncul nama M Geng Wahyudi. Politisi senior itu adalah Penasehat DPW Partai NasDem Jatim.

Dari Partai Gerindra, juga mulai muncul nama Chusni Mubarok. Pada Pemilu 2019, ia nyaleg dari Partai Gerindra nomor urut 2 untuk Dapil Malang Raya. Namun, Partai Gerindra hanya mendapat satu kursi DPR RI. Moreno Soeprapto, nomor urut 1.

Chusni Mubarok di Partai Gerindra menjabat sebagai Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Tradisi dan Upacara. Ia juga menjabat Wasekjen PP GP Ansor dan Kepala Asisten Kerjasama Satkornas Banser.   

Kepada TIMES Indonesia, Chusni mengaku, siapa maju jika sudah ada perintah dari partai Gerindra. Menurutnya, jika sudah perintah partai harus di jalankan dengan baik. “Itulah tugas kader partai,” katanya.

Menurut Chusni, Kabupaten Malang sudah saatnya dipimpin oleh kader muda potensial. Yang memahami betul cara memajukan Kabupaten Malang, yang kaya akan potensi wisata. Pendidikan di Kabupaten Malang harus lebih maju dari sebelumnya.

Selain dari sosok kader partai, ada dua sosok yang juga sudah mulai dimunculkan publik kepermukaan. Yakni, Dr Hasan Abadi dan dr H Umar Usman. Hasan Abadi, saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang.

Ia juga menjabat Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang. Mantan Ketua GP Ansor Kabupaten Malang itu, dinilai sangat layak memimpin Kabupaten Malang kedepan karena kemampuan dan yang dimilikinya.

“Hasan Abadi adalah tokoh muda intelektual berkualitas. Warga Nahdliyin jelas akan solid untuk mendukungnya. Karena ia adalah kader tulen NU Kabupaten Malang,” kata Direktur Hasta Komunika, M Anas Muttaqin.

Jika Kabupaten Malang sudah memanggilnya kata Anas, walaupun ia saat ini menjabat sebagai Rektor Unira Malang, yakin Hasan Abadi akan bersedia. “KH Ma’ruf Amin dipanggil Indonesia untuk jadi Wapres, beliau siap. Mas Hasan sebagai kader NU, jika dibutuhkan untuk Kabupaten Malang juga akan siap,” kata Anas.

Namun, sosok dari kader NU tak hanya Hasan Abadi. Nama dr Umar Usman, yang kini menjabat sebagai Ketua  PCNU Kabupaten Malang juga santer dibicarakan publik. Ia dinilai layak maju di Pilkada Kabupaten Malang.

Namun, partai apa yang akan mengusung dua sosok dari Nahdlatul Ulama (NU) itu? Untuk Hasan Abadi dan dr Umar Usman, bisa saja mendapatkan rekom dari PKB, PDI Perjuangan, Nasdem, Golkar dan partai lainnya.

“Soal rekom partai jelas akan menelisik siapa sosok yang akan diusungnya. Bukan hal yang tidak mungkin partai akan mengusung calon dari luar kadernya. Siapapun berpeluang mendapatkan rekom partai. Yang utama saat ini, partai harus jeli memilih calon terbaik untuk Kabupaten Malang,” terangnya.

Dua belas nama tokoh yang mulai muncul ke publik itu, kini terus bergulir. Namun, baru Heri Cahyono yang sudah memulai memperkenalkan diri kepada masyarakat. Banner bertuliskan ‘Malang Jejeg’ sudah bertebaran di beberapa ruas jalan di Kabupaten Malang.

Itulah dua belas sosok penelusuran Litbang TIMES Indonesia, yang berpeluang maju menjadi Bakal Calon Bupati Malang, dalam Pilkada Serentak 2020 mendatang. Ikuti berita selanjutnya soal Kabupaten Malang mencari pemimpin hanya di TIMES Indonesia(*)



Sumber berita asli: https://www.timesindonesia.co.id/read/217852/4/20190622/182135/kabupaten-malang-mencari-calon-bupati-malang/

BAGIKAN:

Berita lainnya


  • Senin, 23 September 2019
  • 09:16
Mengikuti Heri Cahyono, Arek Malang yang Kelilingi Lima Negara...
  • Senin, 23 September 2019
  • 09:15
Usung Malang Jejeg, H Heri Cahyono Maju Jadi Cabup Malang dari...
  • Senin, 23 September 2019
  • 09:12
Pilbup Malang Baru Tahun 2020, Sudah Ada yang Mulai Deklarasi
  • Senin, 23 September 2019
  • 09:07
PENDIRI BANK SAMPAH SLATRI, HERI CAHYONO SIAP MAJU JADI CALON...